Penerbangan Malam

Pagi-pagi buta Saya sudah sampai di Denpasar untuk memenuhin janji ketemu dengan rekan bisnis. Begitu mendarat dengan penerbangan pagi dari Jakarta, Saya langsung pergi ke tempat pertemuan pertama disalah satu area di Sanur sekalian makan pagi dengan mereka. Yang kemudian akan dilanjutkan dengan beberapa pertemuan lainnya seharian ini.

Hari ini Saya cukup santai berada di Denpasar karena Saya mempunyai waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan rekan bisnis di sini dan nanti malam sudah bisa langsung tiba lagi di Jakarta. Hal ini dikarenakan adanya penerbangan malam yang dilakukan oleh beberapa perusahaan penerbangan di Indonesia. Dimana mereka memberikan layanan penerbangan malam atau “last flight” dari beberapa kota tertentu kembali ke Jakarta. Salah satunya yang mulai menerapkan hal ini adalah Mandala sesuai dengan promosinya dibawah ini.


Sebenernya hal ini bukan hal baru, karena sudah diterapkan banyak perusahaan penerbangan di dunia. Salah satunya yang Saya ingat adalah penerbangan dari Los Angeles ke St. Louis di USA dengan mempergunakan Delta Airlines. Saat itu Kami baru tiba di Los Angeles sekitar jam 19:00 waktu setempat dan setelah selesai dengan urusan transfer bagasi, sekitar jam 20:00-an, Kami sudah ada di area ruang tunggu untuk penerbangan Delta Airlines, namun penerbangan baru dijadwalkan untuk berangkat jam 01:00 pagi waktu setempat. Akhirnya Kami istirahat saja di bandara Los Angeles hingga tiba waktunya untuk berangkat lagi.

Penerbangan malam ini biasanya ditempuh oleh perusahaan penerbangan untuk mengoptimumkan jam terbang dari pesawat yang dimiliki atau disewanya. Karena setiap pesawat itu bernilai tinggi dan rata-rata dari pabriknya sudah direkomendasikan untuk pemakaian optimum per hari. Selama penerbangan itu tidak keluar dari rambu-rambu yang telah ada, penerbangan malam sich sah-sah saja. Sebagai contoh salah perusahaan penerbangan milik negara ini sering melakukan penerbangan malam untuk ke arah timur, misalnya ke Papua dari Jakarta, dimana diharapkan tiba di Papua pagi hari banget dan siangnya sudah balik lagi ke Jakarta, begitu sebaliknya.

Dengan melakukan penerbangan malam, biasanya perusahaan penerbangan banyak mendapatkan keuntungan antara lain yaitu penurunan biaya yang musti dibayarkan ke bandara, penambahan pemasukan dari penjualan tempat duduk atas penerbangan itu dan optimalisasi dari penggunaan pesawat yang bersangkutan, yang ujung-ujungnya adalah peningkatan pendapatan.

Dari sisi konsumen, kayak Saya nich, Saya jadi punya banyak waktu untuk melaksanakan berbagai kegiatan di kota tujuan dan bisa langsung balik ke kota asal jikalau memang pertemuan tersebut bisa dilaksanakan dalam satu hari saja. Selain itu jadinya Saya juga menghemat biaya penginapan, karena jadinya tidak perlu untuk menginap semalam hanya untuk menunggu penerbangn esok hari.

-Dian-

No comments: