Mushalla di Mall Mall DKI

(Penelurusanku ke salah satu Mall di daerah Tomang)

Kali ini "Honda Kharisma 125"-ku menuntunku ke salah satu Mall yang ada di area Tomang. Ini adalah kunjunganku kesekian kali setelah beberapa lama tidak mengunjunginya dikarenakan jauh dari rumahku. Waktu itu sudah menjelang masuk waktu Maghrib dan aku musti buru-buru nyampe, nyari tempat buat buka puasa sunnahku.

Setelah urusan pembatalan shaum udah kelar, lha sekarang gilirannya untuk menghadap ke Sang Khalik, Allah SWT. Untuk mencari musholla di Mall ini cukup mudah, tinggal cari Layar gedhe yang bisa dipencet-pencet tombolnya dan cari aja dengan kata kunci Musholla. Lha, berdasarkan itu tinggal ikutin peta or denahnya aja, dan kali ini aku mau menyambangi Musholla yang ada P7, dan masuknya dari lantai L1.


Begitu aku masuk ke areanya ada beberapa hal yang aku mau tulis disini, antara lain:

Locker
Musholla disini aku rasa menerapkan metoda "self-service", termasuk untuk urusan locker. Seperti yang terlihat difoto, ada sekian locker yang bisa dipergunakan secara gratis, tinggal masukin barang kita, trus kantungin dech kuncinya. Tapi, ketika penulis mencoba pakai salah satunya, ternyata kunci yang tersisa itu tidak sesuai dengan locker yang bersangkutan, dan setelah dicoba beberapa kali tidak ada yang cocok, maka dengan terpaksa kubatalkan pake locker tersebut. Lokasinya bersebelahan dengan Musholla Perempuan dan terlihat hampir semua kotak sudah terpakai, entah benar entah tidak. Ketika penulis mencari-cari pertolongan, tidak terlihat petugas yang bisa membantu.

Toilet & Tempat Berwudhu

Untuk menemukan tempat tersebut, perlu sedikit teliti dan kreatif. Hal ini dikarenakan tidak ada tanda yang menunjukkan tempat tersebut. Tempat tersebut, untuk pria, letaknya bersebelahan dengan pintu masuk ke Musholla Pria, seperti yang udah penulis tandain dalam gambar berikut ini. Alangkah baiknya jikalau pihak Mall menempelkan keterangan tambahan akan tempat tersebut. Kemudian adalah persoalan alas kaki untuk ke area Toilet & Berwudhu tersebut. Dari yang penulis amati, mungkin karena terlalu lama, maka bagian bawah alas kaki yang disediakan sudah tipis sehingga menjadi agak licin ketika dipakai memasuki area tersebut. Mungkin sudah saatnya alas kakinya diberikan adik alias di-"lem biru" (bahasa slank-nya). Lem biru adalah singkatan dari Lempar ke tempat sampah, dan Beli Baru.

Hal terakhir yang aku bisa saranin adalah perihal tempat duduk. Alangkah enaknya jika pihak Mall dapat menyediakan tempat bagi mereka yang hendak memakai sepatunya tempat duduk yang lumayan nyaman. Mungkin bisa diambil contoh tempat duduk yang ada di Musholla di Mall Plaza Semanggi. Terlihat dalam foto, salah satu pengunjung musti sedikit berakrobat untuk memakai kaos kakinya kembali dan sepatunya.

Namun secara umum, Mushollanya cukup bersih dan terawat rapi. Tidak tercium bau-bau yang kurang enak meskipun areanya adalah di area parkir mobil yang biasanya penuh dengan bau asap knalpot. Jika memungkinkan untuk dipindah, akan lebih baik lagi, karena ini adalah tempat ibadah kepada-Nya, dan sudah selayaknya mendapatkan tempat yang lebih layak.
-Naid-

No comments: