Re-Launching Tintin versi Gramedia Pustaka Utama

Hari Sabtu, 17 Mei 2008 kemarin ada sesuatu yang tidak biasa di Toko Buku Gramedia Pondok Indah. Begitu pengunjung memasuki area toko buku disambut dengan gambar yang cukup besar dari Tintin dan si Milo (dulunya adalah Snowy versi terbitan Indira). Ada apa nich? Itu mungkin selintas pertanyaan dari para pengunjung Gramedia PI. Setelah mengamati sesaat, oooo lagi ada launching buku baru ya? Lho koq tentang Tintin? Emangnya ada seri terbaru? Lho koq ada si Boim Le Bon itu ya? Trus ada si Lia Ananta yang mungil tapi cantik itu ya? Doski suka baca Tintin ya? Itu yang pake kaos Tintin ID sapa ya?Mungkin itu beberapa pertanyaan tambahan yang ada di benak pengunjung siang itu.

Ya, hari itu GPU sedang menggelar perhelatan peluncuran kembali
komik Cerdas "Petualangan Tintin". Dulu serial ini diterbitkan oleh penerbit Indira, namun sekarang serial ini diterbitkan kembali oleh Gramedia Pustaka Utama sebagai pemegang lisensinya di Indonesia dari pihak Casterman Belgia.

Ini adalah salah satu komik cerdas yang pernah dibuat oleh pengarang Herge yang bisa membawa pembacanya melanglang buana ke hampir semua benua tanpa perlu meninggalkan kamar atau ruangan baca. Dengan membaca komik ini Kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan soal politik, negara lain bahkan sampai pergi ke bulan. Untuk penerbangan ke Bulan ini, serial Tintin boleh dibilang telah mempermalukan Amerika, karena jauh sebelum Amerika mendaratkan astronautnya di bulan dengan awak Neil Amstrong, Tintin dan kawan-kawannya, Prof. Lakmus, Capt. Haddock, Dupond dan Dupont telah berhasil mendarat di bulan dan kembali ke bumi dengan selamat.

Selain itu dalam komik ini kita juga turut berbangga hati karena Herge mencantumkan negara kita, Indonesia sebagai salah satu negara yang dikunjungi Tintin, Prof. Lakmus, Milo dan Capt. Haddock dalam perjalanannya ke Australia guna menghadiri seminar. Dikisahkan pada waktu itu penerbangan ke Sydney, singgah di lapangan udara internasional Kemayoran di Jakarta. Dan dalam kisah yang berjudul "Penerbangan 714 ke Sydney" ini pulalah kita dapat menemukan bahwa Indonesia waktu itu telah masuk dalam kancah percaturan dunia internasional, dimana ini digambarkan bahwa ketika pesawat yang ditumpangi oleh Tintin dan kawan-kawan mengalami kerusakan, area terjadinya adalah di FIR - Flight Information Range Makassar/Ujung Pandang.

Dalam acara kemarin, anakku yang turut serta hadir, memberikan sedikit protesnya, "Pa, koq Tintinnya gak ada? Gak kayak show Bob the Builder kemarin di Pondok Indah.... Ada Bobnya, ada Wendy dan teman-temannya". Aku cuman nyengir aja ngedengernya dan membuat berpikir mungkin acara ini akan lebih meriah lagi jika dimunculkan karakter Tintin dalam suatu show di area Pondok Indah 2. Pastilah itu akan membuat anak-anak senang dan secara tidak langsung menanamkan dalam pikiran untuk suka dengan Tintin. Sebagaimana yang sering dilakukan oleh restoran cepat saji Mc Donald yang dengan pintarnya menanamkan bahwa restoran merekalah yang pertama musti diingat kalau mau makan di luar dengan orang tua.

Secara general aku liat acaranya cukup berhasil memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa komik terkenal Tintin sudah diluncurkan kembali. Komik ini adalah salah satu komik yang bisa dibaca dari tingkat anak-anak sampai tingkat orang tua sebagai terlihat di Gramedia PI antusiasme para Tintin fans yang beragam dari usia muda sampai tua. Mungkin lain kali jika GPU telah memiliki kerjasama yang sangat baik dengan Casterman akan memungkinkan lebih mengembang kan lebih jauh produk-produk Tintin ini. Dimana tidak hanya dengan menjual bukunya saja, tapi hingga ke produk-produk turunannya seperti merchandise aslinya, mobil-mobil kecil yang dipakai selama serial Tintin, pesawatnya, kaos, DVD filmnya dan lain sebagainya. Ketika itu terjadi, alangkah baiknya jika GPU bisa membuat acara seperti Show Bob the Builder.

Akhirkata, selamat datang kembali ke Indonesia Tintin-ku, semoga generasi muda sekarang bisa banyak belajar hal positif darimu dan membawa mereka menjadi generasi muda yang unggul baik di dalam maupun di luar negeri, saling bahu membahu membangun negeri. Sebagaimana yang sudah ditunjukkan oleh para pendahulu kita pada 20 Mei 1908 yang lalu.

Foto-foto yang lain dari acara ini bisa dilihat di Foto

Videonya bisa dilihat di Video1 atau Video2

Terima kasih untuk Iful atas foto-fotonya dan rekan-rekan semuanya di Tintin ID Fans Yahoogroups.

-Dian-

4 comments:

Aris said...

wah seru yach acaranya. kapan2 kalau udah di Jakarta mau ikutan ach.

Dian said...

Lumayan seru Mas, dan ternyata masih banyak yang belon tau kalau sekarang Tintin di Indonesia udah diterbitin lagi ama GPU..

Mas Aris sekarang masih di Jepun ya???

Regards,

-Dian-

Arin said...

haiyya...
terjawab sudah pertanyaan kenapa dulu bapak ini melihara jambul :D

Dian said...

Arin,

Aku dulu melihara jambul tuch dua alasannya. Satu untuk menangkal Air Hujan biar gak langsung kena mata pas turun hujan.

Dua, karena pacarku sebelum Elly lebih suka aku dengan penampilan begitu. Kata dia, aku jadi tampak 15 tahun lebih muda euy.....

Khan lumayan gak usah keluar modal banyak buat keliatan muda.

Wekekekek