Tintin di Indonesia

Hmmm udah libur lagi hari ini, tapi sayangnya ini bukan long weekend tapi lebih tepatnya ini adalah ‘harpitnas’ – hari kejepit nasional. Kira-kira orang di Jakarta udah pada keluar kota gak ya? Khan tinggal ngambil cuti aja, trus udah dech jadi liburan panjang. Tapi walaupun pergi keluar kota mereka gak akan bisa lepas dari kemacetan karena banyak orang Jakarta yang memiliki ide yang sama. Namun hari ini aku udah punya janji dengan komunitas penggemar Tintin Indonesia untuk melakukan ‘kopdar’ – kopi darat alias kumpul-kumpul bareng. Bukan nongkrong-nongkrong kayak yang diracunkan oleh MTV Indonesia ke generasi muda loch… Sekedar menyentil aja, MTV Indonesia koq ya tega-teganya menyapa pemirsa mudanya dengan istilah ‘anak nongkrong’? Emang generasi muda kita udah sebegitu rendahnya ampe mau disebut sebagai generasi nongkrong? Astaghfirullah…..

Ya hari ini adalah hari pertamaku ikutan kopi darat para penggemar Tintin di Indonesia. Aku baru tau kalau ada komunitas ini dari mailing list yang baru kuikutin beberapa minggu ini. Kebetulan pas aku baru gabung, lagi ada program ‘reinkarnasi’ dari serial Tintin yang udah terkenal itu dalam Bahasa Indonesia oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU). Sekedar info aja, semua ‘Tintiners’ atau Mas Bayu menyapa kita dengan sapaan ‘Fellows Marlinspike’, sudah pada tahu bahwa sejak tahun 1975 serial ini udah ada di Indonesia yang diterbitin oleh penerbit Indira. Tapi sekarang hak untuk menerjemahkan dan menerbitkan serial ini ada di tangan GPU. Adakah perubahan? Buat generasi aku yang udah kenal Tintin sejak kecil, lebih kenal dengan tokoh-tokoh Snowy, Thomson & Thompson, Professor Cuthbert Calculus. Nah dalam terbitan GPU ini jangan harap akan menemui nama-nama itu lagi karena GPU, sesuai dengan kontrak yang dimilikinya dengan penerbit Tintin International (Casterman) harus lebih memakai nama-nama aslinya sebisa mungkin. Jadi snowy akan berubah menjadi Milo, dimana dalam versi Bahasa Perancisnya dia dikenal dengan nama Milou; Thomson & Thompson menjadi Dupont & Dupond; Prof. Calculus menjadi Prof. Lakmus. Untuk ini mungkin kalau sempet aku akan coba tulis di lain waktu dech..

Tepat menjelang 10:00 pagi aku udah memarkir ‘Kharisma 125 cc-ku’ di area parkir Bank Mega/ Trans TV/Trans 7. Yups, kali ini kita janjian kopdar di Coffee Bean trus akan coba diambil gambar oleh pihak tipi yang jam tayangnya akan ditentukan kemudian. Kulihat belum banyak yang dating, cuman aku udah curiga ama orang yang duduk tak jauh dariku karena koq dia bawa-bawa pigura yang gedhe sich? Jangan-jangan dia mempigura Tintin-nya. Ternyata dugaanku gak salah, dia adalah salah satunya. Akhirnya satu demi satu ‘Tintiners’ datang dengan membawa koleksinya. Aku cukup kagum dengan Mbak Dina yang koleksinya cukup lengkap dari Tintin di Tibet yang diterjemahkan dalam bahasa aslinya, koleksi koin-nya yang terlengkap, plus 40 buah model mobil-mobil yang pernah muncul di serial Tintin, dan itu semuanya asli dari Moulinsart, Toko Cendera Mata Tintin di Belgia, ckckckckck hebat euy. Beberapa yang sempat aku abadikan bisa diliat dibawah sini.

Trus ada satu koleksinya yang terlangka yaitu Koran ‘Tintin’. Sebenernya sich itu adalah Koran nasional Belgia biasa, yach kalau disini kayak Kompas gitulah. Tapi, khusus untuk memperingati ‘Herge’s Anniversary’ semua gambar di Koran tersebut diganti dengan gambar-gambar dari serial Tintin. Sebagai contoh, jika Koran tersebut memberitakan berita pengeboman, maka gambar yang ditampilkan adalah adegan pengeboman dari salah satu serial Tintin. Dan untuk mendapatkan Koran itu, para pembelinya musti dicatat KTP-nya euy, karena Koran itu dicetak terbatas dan tidak semua orang bisa membelinya.. Itu barang langka euy… Sayangnya aku gak punya fotonya, nanti kalau udah ada pasti aku upload ke sini. Dalam foto itu juga ada roket Tintin yang dibuat di Bali....

Yang lebih seru lagi adalah salah satu ‘Tintiners’ yang memiliki satu set pakaian asli Skotlandia. Udah gitu atas dorongan yang lainnya, dia berganti baju dan memakai baju itu khusus untuk kita dan para pemirsa televisi nantinya. Hebat and Te O Pe deee….. Nich fotonya, yang kiri adalah key chain figurine-nya dan yang kanan adalah salah satu ‘Tintiners’ Indonesia.

Sebenernya aku suka Tintin, pertama-tama dikarenakan gambarnya bagus, trus ceritanya cukup lucu. Namun ketika semakin dewasa aku baru sadar bahwa ini adalah suatu komik cerdas dimana pengarangnya, Herge, telah membawa kita para pembaca setianya untuk mengenal negara lain tanpa beranjak dari tempat kita asyik membacanya. Bahkan karena Tintin pulalah, membuat salah satu rekan jadi suka berpetualang, mendaki gunung, pergi mengunjungi negara lain dan hal-hal positif lainnya. Dari Tintin kita juga bisa belajar politik pada saat itu disuatu negara, sebagai contoh yaitu Tintin di Amerika, dimana pada waktu itu Gangster adalah penguasa kota Chicago dan tokoh kita Tintin digambarkan dapat membasmi Gangster dan membekuk tokoh utamanya, si Al-Capone. Kemudian ada lagi cerita tentang pendaratan di bulan, dan kalau kita jeli, cerita ini ditulis bahkan sebelum Apollo 11 yang diawaki oleh Neil Amstrong menjejakkan kakinya di Bulan. Itu sangat mengagumkanku dan membuatku semakin suka membacanya berulang-ulang.

Bahkan dalam salah satu episodenya, Tintin pernah mampir ke Indonesia, tepatnya ke Bandara Kemayoran. Itu termuat dalam serial Tintin yang berjudul “Penerbangan 714”. Jadi ceritanya, dari Eropa, Tintin dan teman-temannya sedang dalam perjalanan menghadiri suatu acara di Australia, dan pesawat yang mereka tumpangi transit di Kemayoran!! Bukan di Changi, Singapore loch!! Trus dalam buku tersebut pula, mereka diceritakan terapung-apung di lautan dan pesawat pencari melakukan koordinasi dengan Makassar Tower!! Dan ini adalah serial favoritku…

Buat yang pengen gabung bisa joint di
tintin_id@yahoogroups.com yaa…

-Dian-








4 comments:

aranolein said...

Wah, sayang ngga bisa ikutan!!

Dian said...

Jangan kuatir, ntar tanggal 17 Mei kemungkinan kita akan diundang untuk acara launching TINTIN di Gramedia PIM.

Regards,

-Dian-

aaron said...

Hallo, aku juga suka Tintin! malah dulu sempat nyuri-nyuri baca di perpustakaan perumahan tanpa bayar (mbobol pintu dengan tendangan hehehe).
Aku Baru tau ternyata ada komunitas tintin di Indonesia, Awalnya sempat bingung tadi pas lihat di search engine "Tintin di Indonesia" kirain ada judul yang terlewatkan seperti "Tintin in Teheran" yang ternyata fake :p

Ini aku mengkoleksi download linknya di http://tintincomicbooks.blogspot.com. Servernya di Indonesia (indowebster). Jadi cepet downloadnya. cuman pake bahasa inggris. Kalau ada yang tertarik untuk translate hubungi aku ya ntar kita translate barengan :p Kalau kamu ada seri yang belum dibaca mampir ke blog ku ya

fikri ahmad said...

Klau boleh tau komunitas nya di kota mana?
Kayaknya asik