Cara Kerja Modern

Pagi ini (22/7/200) ketika aku ngebrowse harian "Kompas" edisi cetak, mataku langsung tertuju pada tulisan dari bang Ninok Leksono dari bagian IPTEK yang membahas mengenai Rapat Virtual dan Cara Kerja Modern, yang edisi elektroniknya bisa dibaca disini. Pelan-pelan aku baca apa yang beliau tuliskan, dan ternyata beliau mengulas secara singkat konsep kantor dalam sebenarnya dan kantor virtual. Dalam tulisan beliau juga digambarkan bagaimana dengan teknologi Video Conference, memungkinkan bahwa para peserta dapat menghadiri rapat tanpa perlu takut akan jetlag, lelah karena penerbangan panjang antara benua (dari USA ke Asia bisa sampai 15 jam-an lebih waktu dihabiskan dalam penerbangan) dan pemborosan waktu yang dipergunakan hanya untuk perjalanan dinas. Dengan teknologi ini maka memungkinkan para eksekutif memiliki waktu luang dengan keluarganya lebih banyak lagi.

Sebentuk senyum simpul tersungging di ujung bibirku karena pernah mengalami hal ini ketika masih kerja dengan salah satu perusahaan multi nasional berpusat di Geneva, Swiss. Perusahaan ini adalah perusahaan dunia dengan tidak kurang dari 140 kebangsaan di dalamnya. Di divisi Sales, akulah orang Indonesia satu-satunya dan sudah sering sekali aku ikutan rapat online, namun media yang kugunakan hanyalah telepon. Jadi karena perusahaan ini adalah perusahaan global, maka sudah pasti ada nomor akses lokal di hampir setiap negara. Sehingga ketika akan melakukan rapat, undangannya dikirimkan via email dengan segala keterangan tambahan termasuk waktu rapat. Dalam email ada fasilitas yang bisa membuat kita tahu jam berapa meeting itu diselenggarakan sesuai dengan waktu setempat. Walaupun undangan rapat berdasarkan waktu UTC, dengan tools tersebut, bum, aku tahu jam berapa aku musti dial-in.

Rapat Online yang biasa aku lakukan adalah dengan dial-in nomor tertentu pada waktu yang telah disepakati dan menyebutkan nama. Kemudian dimulailah rapat itu. Untuk divisiku, Sales, rapat rutin selalu diselenggarakan pada hari Senin, jam 11:00 WIB, atau pas jam makan siang di Singapore, atau sudah menjelang sore untuk kantor Sydney dan baru mulai jam kerja di India. Beberapa kali aku sering menghadiri rapat yang diadakan pada tepat jam 01:00 WIB, karena waktu itulah yang pas untuk rekan-rekanku di UK dan USA melakukan meeting. Namun kadangkala mereka juga mengikuti jam Indonesia, misalnya ketika musti dilakukan suatu presentasi hingga Live Demo langsung dari Atlanta. Perbedaan waktu antara Atlanta dan Jakarta adalah 12 jam. Presentasi itu dijadwalkan mulai jam 09:00 WIB atau tepatnya jam 21:00 di Atlanta, dan baru berakhir jam 15:00 WIB atau jam 03:00 pagi di Atlanta. Sungguh suatu pengalaman yang unik, melelahkan namun aku rasa lebih efektif dan produktif. Karena dengan fasilitas ini secara profesional aku bisa mengatur waktuku sendiri, kapan musti ketemu dengan client, kapan musti OnLine dengan team support dan lain sebagainya. Terlebih lagi dengan kemacetan Jakarta yang semakin parah fasilitas ini memberikan banyak dukungan sehingga aku bisa ikutan rapat hampir dimanapun. Bahkan pernah beberapa kali aku melakukannya di mobil yang sedang diparkir di areal parkir customer karena setelah rapat aku musti langsung bertemu dengan customerku. Dengan ini aku merasa sudah tidak ada lagi batas negara dan bahasa, dan itu membuatku mengartikan WWW bukan lagi sebagai World Wide Web tapi World Wide Workplace, karena tidak jarang aku masih "bekerja" sambil mengawasi anak-anakku yang sedang asyik berenang di salah satu Hotel di Sanur, Bali He.. He.. He..

1 comment:

cynthiaadhytkreasi said...

Sam.. "meeting online" iku wingi sing tak usulno kanggo kepengurusan IKAMISA peroide 2008-2012 sing diketuani ambek Iskandar.. tolong bantu set-up engko nek wis arepe realisasi yo...? thanks