Masjid Cut Mutiah


Pagi yang cukup enak dan cerah hari Selasa, 22 Juli 2008 ini. Udara yang cukup segar di pagi hari membuatku merasa lebih enak dan nyaman untuk bisa berangkat ke tempat kerja serta bertemu beberapa teman. Pagi ini seperti biasanya ruteku adalah melewati jalan Cut Mutiah trus masuk ke area kedutaan German dan langsung ke arah SCBD. Sebenarnya sudah seringsekali aku melewati Masjid Cut Mutiah ini, namun entah kenapa pagi ini ada magnet tertentu yang menarikku sangat kuat untuk membelokkan motorku ke arahnya. Karena kuyakin bahwa ini adalah bisikan-Nya maka dengan enteng aku arahkan "Kharisma 125D"ku masuk ke pelataran parkirnya. Hari masih di pagi disana, namun kulihat beberapa loper koran sudah mulai membereskan dagangannya dan mencatat sudah berapa eksemplar koran yang sudah didistribusikan untuk kemudian diperhitungan di siang harinya. Di bagian yang lain para penjaja makanan dorongan seperti bubur ayam lagi dikerubutin ama para pembeli dan mereka keliatan riang gembira, mungkin membayangkan berapa rupiah yang bisa dibawanya pulang untuk anak dan istrinya, Subhanallah...

Setelah kuparkirkan kendaraanku, langsung aja kubertanya kepada seorang Bapak yang sedang mengatur korannya, dimana aku bisa mengambil air wudhu. Dengan ramah dan senyumanya beliau menunjukkan bahwa itu bisa dilakukan di bagian area yang berdekatan dengan Rumah Makan Padang Sederhana. Dengan segera kulangkahkan kakiku kearah itu dan segera kuambil air wudhu. Alhamdulillah terasa segar air wudhu membasahi mukaku yang agak berdebu terkena debu-debu jalanan Ibukota. Kunikmati tetes demi tetesnya sambil tak lupa kubersyukur pada-Nya yang telah memberikan daku untuk merasakan semua ini. Selesai berwudhu, kulangkahkan kakiku untuk segera masuk Masjid, namun langkahku tertahan akan panggilan seorang Bapak yang memanggilku. Oh, ternyata beliau mengingatkanku untuk menyimpan sepatuku baik-baik, karena ditakutkan ada orang yang mengambilnya kala aku bermunajat pada-Nya. Subhanallah, di lautan ketidak pedulian masyarakat Ibukota ini ternyata masih terseli orang-orang yang mau saling bantu membantu, ingat mengingatkan. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah SWT yang selalu memberikanku dan mengiring langkahku dengan orang-orang yang baik seperti itu. Menuruti sarannya, kusimpan baik-baik sepatuku dan langsung aku langkahkan kakiku ke dalam Masjid.

Pertama kali kulangkahkan kaki kedalam, terasa kesejukan hawa masjid membelaiku, mengajakku lebih masuk kedalam untuk segera bermunajat pada-Nya. Kulirik jam tanganku, ah kurasa sudah waktunya untuk menegakkan Dhuha. Segera kuhadapkan arahku ke kiblat dan kuangkat tanganku untuk segera naik ke langit ke tujuh menghadap-Nya langsung tanpa perantara. Disana di langit itu, kumerasa Allah menerimaku dengan senang hati, didengarkannya keluhanku, dibelainya hatiku, dibersihkannya hatiku agar bisa sebening kaca yang dapat memancarkan kembali Nur-Nya pada seluruh umat manusia dan jagad raya ini, Subhanallah, setelah sekian lama, baru kali ini aku rasakan kembali kesejukan ini, terima kasih ya Allah SWT.

Setelah bermunajat, kuedarkan pandanganku ke sekitar dan kulihat betapa cantiknya Masjid ini. Ornamen-ornamennya, bangunannya mengingatkanku akan bangunan sekolahku di SMAN 1 Malang yang sama-sama bangunan peninggalan/warisan Belanda. Sesampainya di kantor baru kutahu bahwa bangunan Masjid ini adalah bekas kantor NV Bouwpleg, kantor Biro Arsitek dan Developer Pieter Adriaan Jacobus Moojen (1879 - 1955). Bangunan yang bergaya arsitektur Art Nouveau ini pernah jadi Kantor Jawatan Kereta Api Belanda, Kantor Kempeitai Angkatan Laut (pada jaman Jepang). Dan setelah merdeka menjadi Kantor Urusan Perumahan dan kemudian sebagai Kantor Urusan Agama, sebelum akhirnya Gubernur Ali Sadikin meresmikannya menjadi tempat ibadah. Cerita lengkap akan Masjid ini salah satunya bisa ditemui disini. Ooopsss, karena terlena akan keelokannya aku jadi lupa untuk menegakkan Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid, namun kuberjanji, lain kali jika aku mampir lagi kesana, tak akan kulupakan untuk menegakkanya. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah yang telah membawaku kesana dan menambah pengalaman tebal imanku dan memperkaya pengalaman spiritualku....

No comments: