Proyek Wikipedia-ku

Hmmm.... Dengan menarik nafas panjang dan agak lega, kulonggarkan otot-otot mataku dan jemariku yang tadi bergerak dengan lincah diatas tuts papan ketikku notebookku. Setelah sekian lama otot-otot mataku serius melihat kode demi kode pemrograman yang ada di wikipedia guna melakukan berbagai macam perubahan yang cukup berarti dalam tulisan rintisanku mengenai serial komik terkenal dari Eropa, Petualangan Tintin. Ini merupakan bagian dari rasa kecintaanku pada komik ini yang muncul dari masa kecil hingga kini dan merupakan salah satu kontribusiku guna memberikan berbagai macam bekal untuk anak cucu nanti karena di masa yang akan datang, Internet akan menjadi alat yang sangat mendominasi umat manusia. Bahkan sekarang sudah banyak orang yang tidak bisa hidup tanpa Internet, bahkan pihak Pemerintah Finlandia tempat asal Black Berry sendiripun telah mengeluarkan suatu aturan bahwa ketika akhir minggu (Sabtu dan Minggu) semua pengguna Black Berry diharuskan mematikan perangkatnya. Jikalau ketahuan dan ketangkap maka yang bersangkutan akan mendapatkan hukuman yang cukup berat. Langkah ini terpaksa ditempuh oleh pemerintah tersebut dikarenakan mereka melihat bahwa dengan perangkat ini maka interaksi sosial dalam suatu keluarga boleh dibilang sudah hampir tidak ada karena sudah tergantikan dengan interaksi sosial melalui dunia virtual/maya.

Semakin dalam aku menulis di wikipedia maka semangkin banyak ilmu pengetahuan yang aku dapatkan. Baik itu mengenai Tintin itu sendiri ataupun orang-orang yang terlibat dalam proses pembuatan karya yang monumental ini.

Selain itu dengan hanya mengetikkan suatu tanggal tertentu di dalam Wikipedia kita bisa tahu banyak sekali peristiwa yang telah terjadi pada tanggal tersebut di tahun-tahun yang telah lewat. Padahal dulu niatku dalam memulai penulisan ini hanyalah didasarkan atas rasa cintaku pada komik ini dan rasa untuk berbagi atas ilmu dan kemampuanku dalam menterjemahkan suatu tulisan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Namun tidak kusangka proses penterjemahan itu juga memberikan suatu proses belajar yang mungkin tidak pernah aku dapatkan di bangku kuliah. Salah satunya adalah ketika kita mencoba menerjemahkan suatu ungkapan atau kutipan atas pernyataan seseorang dalam Bahasa Inggris maka kita dituntut tidak hanya mengerti apa yang mereka nyatakan namun musti tahu juga suasana yang terjadi di tempat tersebut di tahun tersebut, sehingga hasil terjemahan tersebut akan menjadi suatu terjemahan yang sempurna baik ditinjau dari sisi bahasa, dialek maupun kultur budaya. Hal ini juga mengingatkanku akan peringatan dari team Plurk yang memberikan kesempatan padaku untuk turut serta dalam proyek mereka guna menerjemahkan jejaring sosial yang baru, Plurk ke dalam berbagai bahasa di dunia ini sebanyak-banyak dan seluas-luasnya. Hal ini juga mengingatkanku atas ajaran dari salah satu Ustadku yang mengajarkanku bahwa untuk memahami kitab suciku. Al-Qur'an dengan sempurna, maka Kita tidak hanya dituntut mengerti bahasanya, Bahasa Arab, namun juga musti tahu apa kondisi kultural yang melatar belakangi Allah SWT menurunkan Al-Qur'an tersebut kepada Nabiullah Muhammad SAW. Dari sini aku menjadi semakin paham bahwa tak salah jikalau hanya dari surat Al-Fatihah yang terdiri atas beberapa ayat saja, terjemahan dari Bapak Quraish Syihab amatlah sangat dalam dan panjang sehingga bisa dituliskan menjadi suatu buku yang amat tebal dan itupun masih belum cukup. Pantaslah Allah SWT mengingatkan kita bahwa jikalau seluruh pepohonan ditebang dan dijadikan pena dan seluruh air di bumi menjadi tintanya, tidak akan cukup untuk menuliskan segala nikmat dan makna dari kitab suci Al-Qur'an. Ya Rabb, Allah SWT, sungguh besar karunia-Mu dan terima kasih telah memberikanku ilmu yang amat banyak serta mengijinkanku untuk memiliki hati yang selalu bersih dan masih mau mendengar-Mu...

-Dian-

No comments: