Senin Pagi (28 Juli 2008), Wall-E dan SOHO

Pagi ini rasanya aku masih pengen bermain-main dengan kedua jagoanku dan ngebayangin macetnya "belantara" Ibukota membuatku semangkin enggan membawa tubuhku ke kamar mandi. Iseng-iseng aku temenin anakku yang sedang lagi nyetel film "Wall-E". Film ini ada film-film semacam "Toy Story" dan kanca-kancanya yang menceritakan bumi di beberapa puluh tahun yang akan datang. Pada masa itu bumi bukan suatu tempat yang layak lagi untuk dihuni. Pada masa itu bumi hanyalah tempat tumpukan sampah. Karena bumi sudah tidak menjadi tempat yang layak huni, maka semua manusia telah diungsikan ke jagat raya dalam suatu kapal ruang angkasa.

Namun dibalik semua itu, sebenarnya manusia sebagai penghuni bumi masih ingin sekali kembali ke bumi. Oleh karena itu mereka menciptakan suatu robot pintar, Wall-E (Waste Allocation Load Lifter Earth-class). Robot ini dirancang untuk membersihkan bumi dari segala kotoran dan sampah yang ada. Dan diharapkan ketika sampah itu sudah bersih, maka tetumbuhan akan dapat tumbuh kembali, menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia, menciptakan pelindung alami yang disebut lapisan ozon, yang melindungi umat manusia dari sinar mentari yang bisa merusak. Si Wall-E, selain menjalankan tugasnya sebagai robot pembersih, sebenernya tidak sendirian tetapi dikarenakan satu dan lain ketika manusia pergi mengasingkan diri dari bumi yang sudah penuh sampah, mereka lupa untuk mematikan satu robot ini, dan hanya dia seorang yang tinggal ditemani oleh seekor kecoa. Ketika melihat kecoa itu, aku berucap Subhanallah, Maha Suci Allah SWT yang telah menciptakan seekor kecoa. Ternyata makhluk Allah itu adalah seekor binatang yang memiliki tingkat ketahanan hidup yang teramat tinggi. Bahkan suatu penelitian pernah mengungkap bahwa seekor kecoa tidak akan mati jikalau kepala dan lehernya masih menyatu, Subhannallah..

Dari situ, hatiku mulai tersentil, dan mulai kuraih handukku, tapi langkahku masih tertahan untuk ngikutin terus film ini. Layarpun berpindah ketika secara tak berapa lama bumi kedatangan tamu robot lain yang berwarna putih bernama EVE. Dia adalah sebuah robot eksperimen yang ditugaskan turun ke bumi untuk nantinya memberikan sinyal kepada para manusia bahwa sudah saatnya kembali ke bumi. Secara tidak sengaja, si Wall-E menemukan bahwa dari sekian banyak sampah yang berserakan di muka bumi, ada kecambah yang tumbuh terlindung dari badai radio aktif yang sering terjadi. Karena si Wall-E ini sukanya mengumpulkan benda-benda menarik, maka dia mengambil tanah dan kecambah tadi untuk disimpannya dalam koleksinya. Pertemuan mereka memberitahukan EVE bahwa ada harapan pada umat manusia untuk kembali pulang ke rumah di bumi yang tercinta ini.

Di lain pihak, didalam kapal ruang angkasa, makhluk bumi sudah lupa dengan fitrahnya sebagai manusia yang musti jalan, berkomunikasi dengan verbal dan lain sebagainya. Mereka sudah lama sekali dimanjakan oleh teknologi, dimana semuanya dirancang serba otomatis, sehingga postur tubuhnya jadi melar dan gemuk sekali. Kalaupun pengen maen tenis, maka robot yang akan menggantikannya dan mereka hanya duduk, minum dan makan plus menontonnya. Tentu saja selama lebih dari 700 tahun maka tubuh mereka menjadi super dupper gemuk. Mereka bahkan sudah lupa rasanya berpegangan tangan, semuanya sudah diatur oleh robot-robot pintar sehingga umat manusia melupakan fitrahnya. Kedatangan Wall-E dengan kecambahnya dan bantuan EVE plus beberapa robot yang tidak lolos seleksi Team Quality Control, mereka bahu membahu menyadarkan sang Kapten kapal bahwa ada kesempatan untuk memperbaiki bumi.

Dari peristiwa hari ini aku menjadi semangkin kuat untuk berkeingann bisa bekerja dari rumah. Hal ini bahkan sering sekali disitir oleh anakku yang pertama Rayhan, yang dengan santainya bilang "Papa ngapain musti ke kantor? Khan rumah Papa kantor juga. Papa khan bisa juga kerja dari rumah." Walau kata-katanya itu sering kudengar tapi tak henti-hentinya aku tertegun kala dia berbicara seperti itu. Apakah itu pertanda bahwa keinginanku untuk kerja dari rumah sehingga aku punya banyak waktu dengan keluarga akan segera terwujud? Insyallah, amin. Kedua, dari film itu aku belajar untuk tidak terlalu memanjakan diriku dan lebih aktif lagi bergerak, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabiullah Muhammad SAW yang justru semakin giat bekerja di kala puasa. Bisakah aku?? Tentu saja bisa dunk... Hal lainnya yang kupelajari dari pilem ini, walau bagaimanapun umat manusia tidak bisa lari dari fitrahnya sebagai makhluk "Homo Homini Lupus", dimana ia ditakdirkan untuk hidup bersosialisasi dan tidak sendirian.

Hmmm... Suatu renungan yang menarik yang kudapatkan pagi ini, dan tak lupa kubersyukur pada-Nya, Alhamdulillahirrobil alamin atas semua karunia-Nya...

1 comment:

admin said...

Hai semua, mau bikin sendiri model WALL E di rumah, nih ada link bagus www.paper-replika.com

enjoy, thanks
Jules