Perahu Kertas, akhirnya kelar juga ngebacanya...

Tepat pas NKRI ini merayakan peringatan kemerdekaannya yang ke 63, disaat yang sama aku berhasil menyelesaikan ngebaca Novel terbaru dari Dee Lestari yang hingga kini baru tersedia dalam format buku Digital saja dan cuman bisa didownload dari jaringan XL saja.

Kalau mau baca sinopsisnya langsung aja ke sini aja.

Kisah ini adalah kisah tentang persahabatan empat orang, Keenan, Kugy, Noni dan Eko. Noni dan Eko sudah lama resmi menjadi kekasih dan nantinya akan menikah. Namun Kugy dan Keenan saling mempunyai radar ketertarikan sejak pertemuan mereka yang pertama ketika Eko, Noni dan Kugy menjemput Keenan di stasiun Kereta. Ketika Noni dan Eko masih kebingungan mencari Keenan yang baru nyampe di Bandung dari Jakarta. Si Kugy yang terlahir dari keluarga "K", karena semua anak-anak yang ada dalam keluarga itu diberikan nama dengan huruf depan berawal "K", Kugy, Karel, Keshia trus dua lagi, aku lupa. Kugy yang aslinya cantik menarik namun eksentrik dengan gaya fashion cueknya plus jam tangan kura-kura ninjanya, langsung beranjak ke Area Informasi dan karena tidak ada penjaganya, langsung aja bercuap-cuap mencari Keenan. Dan penjaganya dengan tergopoh-gopoh berlari terbirit-birit karena area kekuasaannya diambil alih Kugy sementara. Secara tak sengaja dia bertemu Keenan dan disanalah chemistry itu timbul. Kugy yang yang sedari kecil bercita-cita penjadi penulis dongeng pinter bangets nulis cerita dan Keenan mendapatkan ruhnya untuk melukis ketika membaca dan menyelami cerita Kugy. Dan dia mengalami kekeringan ide ketika buku Kugy sudah habis dituangkan ke Kanvas. Dua sahabat yang tak pernah sempet bisa menyampaikan rasa cintanya, sempat masing-masing berkelana pindah ke lain hati, Keenan dengan Luhde Laksmi dan Kugy dengan Remigius Aditya, namun kata hatinya berkata lain.

Aku liat ini Novel sangat menarik sekali namun kenikmatan membaca novel ini amat sangat tergantung dengan kualitas jaringan dari provider GSM XL. Dimana seringkali sinyalnya menjadi lemah pas aku masuk kamar. Hal ini dikarenakan sinyal radio GSM seringkali terhalang oleh tembok-tembok bangunan yang memang bersifat meredam sinyal ini. Sehingga untuk lebih menikmati novel ini aku musti naek ke kamar di Lantai 2 dan tiduran di lantai deket dengan jendela.. Mungkin lain kali lebih enak jika bentuk Format Digital ini dikirimkan via email dengan enkripsi tertentu.

Satu hal yang perlu dicatat dari novel ini ternyata di Internet sudah tersedia novelnya dalam bentuk PDF namun sayangnya masih kurang dua bab terakhir. Entah bagaimana mereka bisa membajaknya dan ini perlu mendapatkan perhatian lagi dari Dee dan rekannya..

Namun di luar itu semuanya, novel yang kesekian kalinya dari Dee ini teramat enak untuk dinikmati dan layak untuk ditunggu versi cetaknya yang kemungkinan baru beredar di toko-toko buku setelah Idul Fitri.

Di blognya terlihat Dee sedang merencanakan Novel terbaru yang ada hubungannya dengan lingkungan.. Jadi gak sabar menunggu keluarnya Novel ini.