Alhamdulillah, terima kasih ya Allah

Mustinya aku menuliskan curhatku ini tepat pada peringatan hari kelahirannku tanggal 7 Mei 2009 yang lalu, namun karena ada banyak halangan, akhirnya curhatku baru bisa aku tuliskan disini pada sepertiga malam ini, menjelang pagi di hari Senin, 11 Mei 2009.
Aku sich hanya akan menyampaikan rasa syukur dan terima kasihku pada Allah SWT yang masih memberikanku hidayah untuk kembali dan tetap di jalan-Nya. Ya, beberapa hari yang lalu, tepatnya di peringatan aku dilahirkan di dunia ini aku dibangunkan cukup pagi oleh-Nya, dan tepat sekali waktunya menjelang adzan Shubuh. Kutengok jam di kamarku baru menunjukkan pukul 04:00 WIB. Dan dengan dorongan murni dari-Nya, aku bergegas pergi ke kamar mandi dan mengambil air wudhu serta mempersiapkan diriku sebaik-baiknya untuk menemui-Nya di pagi yang indah ini. Langkah kaki yang biasanya berat dan pelupuk mata yang biasanya mengajakku kembali ke peraduan indahku, kali ini pergi dan terasa ringan sekali aku melangkah ke rumah-Nya. Tepat ketika adzan Shubuh dikumandangkan aku sudah berada di rumah-Nya yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Terasa ada perasaan mengharu biru mengalir dalam jantungku dan berjalan dengan indahnya di sekujur tubuhku dibawa oleh sel-sel darah. Ada perasaan syukur yang teramat mendalam yang aku rasakan di pagi ini, karena di hari yang Indah ini tepat di saat aku merayakan hari kelahiranku, Sang Khalik menunjukkan kuasa-Nya dengan memberikanku anugrah yang terkira, anugrah Iman dan Islam. Anugrah itu sungguh kurasakan sebagai anugrah-anugrah terindah yang pernah kudapatkan selain anugrah Orang Tua yang selalu menyayangiku, Istri yang mencintaiku, anak-anakku yang lucu dan anugrah-anugrah lain yang mungkin jika disebutkan akan menghabiskan air lautan (sebagai tintanya) dan menumbangkan beribu-ribu pohon (sebagai penanya) dalam penulisannya.
Selain itu aku juga mendapatkan banyak pelajaran di hari itu, salah satunya adalah pelajaran yang kudapatkan ketika aku pergi mengantarkan Istriku berangkat ke kantornya. Tidak jauh menjelang aku menurunkan Istriku, aku menyalip pengendara sepeda motor yang sedang berboncengan, dan nampaknya yang sedang diboncengkan itu adalah Istrinya. Ada hal yang membuat terharu, yaitu kulihat Si Istri sembari diboncengkan oleh suaminya, ia tidak lupa untuk membuka Al-Qur'anul Karim dan melantunkan ayat-ayat-Nya. Terasa sesak dada ini melihat kenyataan itu karena itu mengingatkanku akan salah satu petuah dari Guru Ngajiku yang menyampaikan bahwa, salah satu alasan kenapa Allah SWT tidak menurunkan Adzab di bumi Indonesia ini adalah masih banyak orang-orang yang seperti Ibu yang diboncengkan tadi, yaitu masih banyak orang-orang Muslim yang ingat akan kehadiran-Nya. Lantunan ayat-ayat Al-Qur'an tadi telah sampai ke Sidratul Muntaha dibawa oleh malaikat-malaikat-Nya yang setia dan dengan itu, Allah SWT tidak menurunkan adzab di muka bumi nusantara ini.
Sekarang marilah Kita buka kembali lembaran catatan hidup Kita. Sudahkah Kita selalu ingat kepada-Nya, dimanapun dan kapanpun? Sudahkah Kita mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk mempertanggung jawabkan semuanya di pengadilan-Nya yang Maha Adil? Mari selagi ada waktu, marilah Kita perbaiki diri, dan marilah Kita ber-Hijrah menuju jalan-Nya! Marilah Kita mulai dari hal yang kecil. Marilah Kita mulai dari diri Kita masing-masing. Dan marilah Kita mulai SEKARANG JUGA!
Alhamdulillah Ya Allah SWT, masih Engkau berikan kami waktu, kesempata dan juga hidayah untuk selalu berada di jalan-Mu.
Alhamdulillah Hirobbil Alamin........

Radio Internet


Semakin hari rasanya semakin banyak manfaat yang didapatkan dari Internet. Seperti yang sudah disampaikan dalam tulisan sebelumnya mengenai Radio Internet di situs IKAMISA, maka tidak lama lagi akan diluncurkan (ketika tulisan ini dibuat, status siarannya adalah Siaran Percobaan) Radio PPI Dunia. Ini adalah radio online atau radio streaming yang digagas oleh aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) sedunia.

Kelahirannya diilhami oleh momen Simposium Internasional yang akan digelar di Denhaag, The Netherlands, 3-5 Juli 2009.

Tanggal 18 Mei 2009, Radio PPI Dunia akan diluncurkan dengan menggelar siaran 24 jam non stop dari 8 negara: Belanda, Jerman, Rusia, Korea, UK, Malaysia, US, Mesir.


Candi Murca - Murka Sri Kertajaya

Lagi-lagi kehadiran dari novel ketiga dari serial Candi Murca membawaku masuk ke dunia lain yang penuh dengan imajinasi tanpa batas dan tanpa sadar aku telah belajar banyak sejarah tentang kerajaan-kerajaan di Jawa.

Baca seterusnya....

Perbendaharaan Kata-Kata Jawa

Saat ini sudah tidak banyak anak-anak muda yang masih kenal dengan Wayangan, Tokoh-tokoh Wayang, nonton Ludrukan, Parikan ataupun membaca buku tentang dunia wayang yang dikarang oleh R.A. Kosasih. Bahkan perbendaharaan kata-kata dalam Bahasa Jawapun sudah semakin tidak banyak dikenal oleh anak-anak muda sekarang, apalagi jika mereka terlahir di Jakarta ini.

Coba masih ada yang kenal dengan kata-kata dalam Bahasa Jawa berikut ini:
  • siwak
  • jotak-an
  • gak wawo
  • rajapati
  • surup
  • kendel
  • ndelosor
  • kemantren
  • bongkoh!
  • cacak
  • ter
  • pokro dan
  • cocot
Pengen tau artinya? Liat aja langsung di Liputan Ludruk Sarip Tambak Oso yang dibawakan oleh group kesenian Puspo Budoyo, Ludruk Metropolis dan IKAMISA (IKatan Alumni MItreka SAtata) di link ini.